Rabu

Harapan Orangtua pada si Sulung

Setiap anak adalah kebanggaan orangtuanya. Tak peduli anak pertama, kedua, atau terakhir, semuanya sama, diharapkan dapat berbakti dan bertanggung jawab kepada ayah ibunya. Namun, sedikit yang membedakan, anak pertama atau anak sulung, biasanya memiliki beban mental yang agak berat.

Posisi istimewa dalam keluarga, umumnya biasa dinikmati oleh anak pertama. Boleh dibilang, ia memiliki segalanya, status sebagai yang tertua, perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua, serta memperoleh pengalaman-pengalaman mengasyikkan yang mungkin tidak dinikmati adik-adiknya. Pun demikian, seperti dikutip dari portal Ruang Keluarga, ada kalanya posisi sebagai sulung, membuat seorang anak memiliki beban mental yang tidak ringan.

Tak sedikit beban dan harapan yang diberikan banyak orangtua kepada anak sulungnya. Mulai dari penanaman kedisiplinan, norma-norma tertentu, hingga soal tanggung jawab terhadap adik-adiknya. Pemberian beban yang berlebihan ini tidak sedikit yang menimbulkan beban psikologis pada anak sulung. Terlebih apabila mereka tidak bisa mewujudkan harapan orangtuanya.

Di antara anak dalam suatu keluarga, anak sulung memang menempati posisi yang istimewa. Kelahirannya biasanya sangat ditunggu-tunggu oleh kedua orang tuanya. Juga oleh kakek neneknya, apalagi kalau ia merupakan cucu pertama dalam keluarga. Ia bisa memiliki segalanya, mulai dari status anak sulung, perhatian serta kasih sayang penuh dari orangtua dan orang sekitarnya.

Istimewa dan unik, itulah hubungan yang kerap terjadi antara orangtua dengan anak sulung. Seakan, hubungan itu penuh dengan keajaiban, kesenangan, kecemasan serta perasaan yang begitu kompleks. Dalam beberapa hal orangtua belajar untuk mengatasi persoalan anak bersamaan dengan pertumbuhan anak sulungnya.

Pun begitu, banyak terjadi sikap orangtua terhadap anak sulung mulai berubah manakala adiknya lahir. Sedikit banyak perhatian mereka mulai beralih ke bayi yang baru lahir. Perubahan ini tentu kurang menyenangkan bagi anak sulung yang selama ini menikmati hak-hak istimewanya. Karena itu tidak sedikit anak sulung yang bersikap ’sangat benci’ kepada adiknya, yang dianggap telah merebut perhatian orangtua mereka.

Guna memahami situasi seperti itu, orangtua harus jauh-jauh hari mempersiapkan mental anak untuk menghadapi kelahiran adiknya. Berkurangnya perhatian dan sikap orangtua yang mulai berubah, serta banyak tuntutan untuk si sulung. Hal tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk memberi contoh yang baik kepada adik-adiknya.

Perubahan sikap yang terjadi, jelas akan menimbulkan beban psikologis tersendiri pada sang anak. Sekali lagi, setiap orangtua memiliki harapan yang besar kepada anak-anaknya. Dan semoga saja itu bisa terlaksana. Kendati demikian, jangan berkecil hati jika ternyata harapan itu tak kunjung tiba. Jangan pernah menyatakan anak tidak berhasil, karena anak pun akan merasa bersalah. Keadaan seperti itu membuat anak sulung memiliki sifat lebih serius, disiplin dan bekerja keras daripada adiknya.

Sebesar apapun harapan orangtua, setiap anak tentu memiliki cita-cita dan keinginannya sendiri. Untuk itu, ada baiknya para orangtua tetap memperhatikan minat dan bakat anak, lalu arahkan dengan baik. Semoga, si sulung mendapatkan yang terbaik untuk dirinya, dan selanjutnya dapat mengharumkan nama kedua orangtuanya.