Rabu

Pemkab Tangerang Optimis akan Teruwujud, Tol Serpong-Balaraja, 2010 mulai Dibangun

Infrastruktur jalan raya sangat penting keberadaanya. Apalagi jika bicara tentang pembangunan ekonomi suatu wilayah. Jalan tol yang merupakan jalur bebas hambatan, akan semakin memudahkan terjadinya pengiriman aneka kebutuhan bagi masyarakat, dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Sudah sejak lama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendengungkan akan membangun ruas jalan tol Serpong – Balaraja. Dan awal Januari lalu, seperti dilansir portal Media Indonesia, pihak Pemkab Tangerang optimis ruas jalan itu akan segera terwujud.

Bupati Tangerang, Ismet Iskandar menyatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto secara intensif dengan rencana pembangunan jalan tol Serpong – Balaraja. ”Dalam waktu dekat, pembangunan tol Serpong – Balaraja sudah bisa dimulai,” kata Ismet.

Berdasarkan pembahasan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Ismet menjelaskan, pihak kementrian menanggapi positif terhadap rencana pembangunan ruas jalan tol yang memiliki panjang 32 kilometer tersebut. Bahkan, Ismet memprediksikan, kemungkinan besar pembangunan tol Serpong - Balaraja akan dimulai pada tahun 2010, setelah Pemkab Tangerang mendapat persetujuan dari Departemen Pekerjaan Umum.

Sebelumnya, ruas jalan tol Serpong - Balaraja dibutuhkan untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jalan Raya Serpong - Kebon Nanas, Kota Tangerang serta kepadatan lalu lintas di ruas jalan tol Tangerang - Jakarta.

Rencananya pembangunan tol Serpong - Balaraja akan meneruskan ruas Tol Cikunir - Serpong yang berfungsi menghubungkan antara wilayah Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang bagian barat.

Ismet juga menegaskan, pihaknya juga memberikan saran kepada menteri terkait agar pembangunan Tol Serpong - Balaraja melibatkan perusahaan induk milik Pemkab Tangerang, PT Mitra Tirta Kerta Raharja untuk sistem pengelolaannya. Selain itu, Pemkab Tangerang juga sedang mengkaji proyek pembangunan tol Serpong - Balaraja dalam bentuk rancangan teknik detailnya atau "Detailed Engineering Design" (DED).
Setelah hasil kajian rancangan detail ruas jalan Tol Serpong - Balaraja terbit, maka Pemkab Tangerang akan menyerahkan ke Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT).

Butuh lahan 100 Hektar

Pembangunan ruas jalan Tol Serpong – Balaraja ini diperkirakan membutuhkan lahan tanah seluas 100 hektar. Dan mengengai pembebasan lahan, akan menjadi tanggung jawab pihak investor, sehingga pemkab dan pemerintah pusat tidak terbebani biaya untuk pembebasan lahan ini.

”Lahan tersebut akan dibebaskan untuk persiapan pembangunan Tol Serpong - Balaraja," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Benyamin Davnie.

Meski belum ditentukan, Kepala Bappeda Pemkab Tangerang ini menjelaskan, anggaran untuk pembebasan lahan dipastikan membutuhkan biaya besar sehingga Pemkab Tangerang tidak akan mampu menanggungnya. Sementara itu, lahan yang akan dibebaskan merupakan tanah kosong dan sebagian rumah warga. Sedangkan untuk pengerjaan pembangunan jalan tol Serpong – Balaraja ini, kemungkinan akan membutuhkan dana tak kurang dari Rp 2 trilyun, namun, dengan adanya krisis global akhir-akhir ini, diprediksi pula angka itu akan membengkak.