Kamis

Bisnis Naik Turun yang Punya Pelanggan Setia

Lokasi turut menentukan sukses atau tidaknya sebuah usaha. Demikian pula dengan bisnis mainan anak-anak. Bila bisnis ini dibuat di tempat yang strategis dan ramai dikunjungi orang, maka akan memberikan hasil yang lumayan. Oleh karenanya, ternyata bisnis mainan anak-anak masih mempunyai prospek yang cukup bagus.

Prospek bisnis mainan cukup menjanjikan, karena yang namanya mainan anak-anak selalu dibutuhkan sepanjang ada anak-anak di dunia ini. Tinggal bagaimana memilih mainan apa yang cocok untuk dibisniskan dan tentu saja sedikit melihat kondisi pasar setempat.

Usaha apapun pasti punya risiko. Begitupun dengan bisnis mainan anak. Kalau boleh memilih, hendaknya memilih risiko yang lebih kecil dibanding mainan lain. Resiko itu macam-macam, ada yang berupa keselamatan pada anak-anak, risiko kerugian, risiko kerusakan, dan sebagainya.

Bisnis mainan anak-anak memang sebaiknya dibuka di tempat strategis ataupun tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan modern. Karena biasanya orang tua sering membawa anak-anak mereka berbelanja sambil makan dan bermain. Karena itu kesempatan berbisnis mainan anak-anak di pusat perbelanjaan modern cukup terbuka.

Jika mengurutkan berbagai barang kebutuhan yang harus dibeli oleh sebuah keluarga, sudah barang tentu mainan tidak akan berada di posisi teratas. Ini berarti mainan tidak termasuk barang kebutuhan pokok. Mainan hanyalah kebutuhan sekunder. Kalau ada uang lebih, barulah mainan untuk anak-anak dibeli.

Beralih ke hal lain, mengikuti trend harga barang-barang sekarang ini, mainan juga tidak lagi seharga ribuan rupiah. Paling murah, uang puluhan ribu harus dikeluarkan untuk mendapat sebuah mainan yang apik untuk si kecil.

Tingginya biaya produksi tentu saja memicu mahalnya harga mainan. Belum lagi jika bicara tentang mainan-mainan yang asalnya dari luar negeri. Harga mainan import, kebanyakan lebih mahal dari mainan lokal. Jika tak pandai memilih mainan yang akan dibeli, bisa jadi dompet ini akan kebobolan.

Bisnis mainan anak juga termasuk dalam bisnis yang naik turun. Berdagang mainan ada waktu ramai dan sepinya. Bermain logika sedikit, di awal tahun, biasanya penjualan mainan mengalami masa emas. Banyak orang membeli mainan di masa ini. Tapi, menjelang pertengahan tahun atau saat masuk tahun ajaran baru, bisnis mainan menjadi sepi. Ternyata, banyak orang tua yang mengalokasikan dananya untuk kepentingan pendidikan anak-anaknya.

Untuk mengantisipasi, tampaknya sudah menjadi keharusan bahwa seorang pengusaha bisnis mainan anak wajib mengerti trend pasar. Artinya, pengusaha mesti aktif menilai perkembangan penjualan item-item mainan dan segera melakukan perubahan jika diperlukan. Tentu saja hal ini harus dilakukan guna meningkatkan produktifitas usahanya.

Biasanya dari data penjualan barang bisa diketahui mana barang yang laku keras, laku, lumayan laku, atau tidak laku. Dari penilaian terhadap data penjualan barang, pelaku usaha bisa menentukan masa edar setiap item barang dan memperkirakan mainan yang sedang trend. Kalau sudah dua bulan mainan tidak laku-laku juga, lebih baik dijual murah saja.

Pengusaha mainan juga sebaiknya pintar-pintar memilih pemasok mainan yang baik. Selain koleksi mainan yang variatif, harga yang bersaing juga merupakan poin yang perlu dipertimbangkan. Satu lagi, percantiklah tampilan outlet. Buatlah semenarik mungkin agar anak-anak tertarik masuk ke dalam toko, begitu mata mereka melihatnya.
Sesulit apapun menjalan bisnis mainan, bisnis mainan anak akan tetap selalu ada, selama di bumi ini masih ada anak-anak. Sebab, anak-anak adalah pelanggan setia bisnis mainan. Jadi, berpikirlah positif dengan memaksimalkan bisnis mainan anak agar usaha bisa sukses.